Begini 5 Tips Efektif Menghadapi Perubahan Bisnis

Halo sobat Sejingga, bagi kamu yang memiliki bisnis tentu paham jika setiap menjalankan bisnis itu tidak selalu mulus. Ada saja tantangan yang kamu hadapi saat berbisnis karena itu berikut adalah 5 tips yang bisa kamu gunakan untuk menghadapi perubahan bisnis yang terjadi.

1. Inovasi dan Kolaborasi

Salah satu tips dalam menjalankan bisnis agar selalu siap dalam menghadapi perubahan yang terjadi adalah dengan melakukan inovasi.

Jika dari awal kalian berbisnis selalu sama pergerakannya atau selalu ada mindset menyamakan cara kerja dari dulu dan tidak berusaha untuk memperbaiki maka kamu tidak akan siap untuk mengalami perubahan.

Dengan perubahan mindset yang kamu miliki maka kamu akan memulai perubahan pekerjaan dalam bisnis kecil-kecilan dan terus menerus.

Selain melakukan inovasi pada bisnis kamu juga harus melakukan kolaborasi dengan beberapa orang yang dirasa memiliki value lebih di dunia digital agar banyak orang yang tertarik untuk mencoba produk kamu.

2. Promosi

Banyak kesempatan yang dapat diambil saat terjadi perubahan lingkungan bisnis dan hal ini tergantung kita bagaimana beradaptasi.

Kamu bisa memulai menarik audiens dengan memberikan tawaran promosi. Karena banyak orang yang berbondong-bondong membeli produk hanya karena promonya saja.

3. Lakukan Perhitungan Ulang

Kamu bisa memulai menghitung dengan harga jual berdasarkan harga modal terbaru ditambah biaya operasional keluaran terbaru. Jangan sampai salah hitung dan yang terpenting siapkan secara matang-matang

Lihat juga :  Cara Praktis Memindahkan Dana PayPal ke Rekening

4. Mindset

Mungkin banyak yang berpikir mindset itu tidak ada gunanya. Tetapi nyatanya your mind itu attract ke banyak hal. Your mind itu sebuah kekuatan yang luar biasa yang bisa berubah ketika ada sebuah tantangan.

Your mind juga bisa saja berubah tergantung mood kamu. Jadi saat berbicara tentang mindset berarti kita akan berbicara tentang pola pikir. Pola pikir kamu dalam menghadapi tantangan.

Apakah fix mindset atau growth mindset. Fix mindset ini kamu pasti akan menganggap ini tidak bisa, ini susah, pasti ini gagal, pasti tidak akan berhasil dimana pikiran ini berisikan pikiran buruk atau negatif sebelum memulai perubahan.

Growth mindset sendiri adalah sudut pandang dimana pikiran kalian akan menganggap bisa menghadapi masalah, bisa berkembang, semuanya mudah. Pastinya setiap ada tantangan pikiran kamu akan menemukan strateginya masing-masing.

5. Strategi Baru

Kamu bisa memulai dengan tiga tips ini.

Research Market

Pertama, research market dimana saat ada perubahan kamu bisa mendapatkan data yang berbeda di awal. Mulai dari siapa kompetitornya, jual di harga berapa, produknya apa saja, dan apa promonya.

Kamu bisa gunakan patokan harga kompetitor sebagai harga jual, dan bisa pakai referensi promo kompetitor sebagai perbandingan promo toko nantinya.

Expand Ke Channel Lain

Kedua, expand ke channel lain untuk mendapatkan new potential audience dimana yang awalnya coba-coba jual lewat kenalan dan sosmed, sekarang kamu bisa memanfaatkan beberapa marketplace online.

Trial and Error

Ketiga, trial and error. Caranya dengan join campaign, berikan promo, perbaharui katalog agar menarik, dan lain sebagainya lewat marketplace yang kamu miliki.

Buat sobat sejingga.com selain tips menghadapi perubahan bisnis di atas, berikut ada rumus memenangkan persaingan yang bisa kamu coba.

Rumus penjualan adalah S=V yang lebih besar dibandingkan P dalam kurung C. S itu adalah nilai seals (penjualan) kamu bergantung dari V yaitu value nilai yang dirasakan oleh pelanggan ketika mereka membeli menggunakan.

P sendiri adalah price yaitu harga yang harus mereka bayarkan untuk mendapatkan produk yang kamu jual. C adalah communication, bagaimana kamu mengkomunikasikan value itu ke pelanggan.

Cara menggunakan rumus itu dengan kamu harus pastikan nilai total S-nya lebih tinggi dibandingkan pesaing supaya pelanggan lebih memilih produk  kamu.

Contohnya kamu punya produk atau layanan keren dengan value pelanggan senilai 200 dan kamu memutuskan untuk menjual dengan nilai 150 artinya yang harus dikorbankan adalah 50.

Kemudian kita lihat harga jualnya pesaing sama 150 tapi kualitas produknya layanannya lebih inferior yaitu cuma 180 maka banyak pelanggan yang akan memilih produk kamu nantinya.

Selain paham rumus di atas kamu juga harus pintar komunikasikan produk, pintar marketingnya dengan menggunakan banyak jalur copyrightnya, persistensinya tinggi sehingga akan meyakinkan customer dalam memilih.

Contohnya adalah saat kita bisa beli kopi di warkop  satu cup dengan Rp5.000 tetapi saat di Starbucks kopi yang sama memiliki harga Rp50.000. Banyak yang membeli kopi Starbucks karena mereka pintar dalam memainkan nilai fungsionalnya, sehingga ketika orang minum kopi dan nongkrong Starbucks dikira keren.

Contoh lainnya adalah Apple dimana fungsionalnya lebih unggul dibandingkan kualitas produk dan harganya yang fantastis masih saja membuat orang lain untuk membeli. Ini karena mereka hanya bermain di sisi emosional dimana saat menggunakan produk Apple akan memunculkan kebanggaan tertentu dan merasa masuk ke dalam kelas elite di masyarakat.

Jadi jangan stuck hanya untuk menang persaingan nilai harga saja. Kamu juga harus menaikkan value baik di functional maupun di emosional dimana kedua komunikasi itu akan berpotensial ke customer kamu.

Maka saat kamu menuliskan jumlah uang di skor total S-nya sama dengan skor total milik kamu atau bahkan bisa lebih tinggi jika dibandingkan dengan milik pesaing lain. Kamu tidak usah khawatir akan konsumen karena setelah memiliki kepercayaan pelanggan akhirnya pelanggan akan lebih memilih produk atau layanan milik kamu ketika harga kamu mungkin lebih mahal dibandingkan mereka.

Nah, itulah tips-tips yang bisa digunakan oleh sobat Sejingga. Semoga bermanfaat untuk bisnis kamu.