Dampak 3 Bulan Tidak Ganti Sikat Gigi

Tahukah Anda, Asosiasi Dokter Gigi Amerika Serikat (ADA) merekomendasikan penggantian sikat gigi setidaknya 3-4 bulan sekali. Lantas, apa yang akan terjadi jika kita tidak melakukan penggantian sikat gigi? Bagaimana efeknya bagi kesehatan gigi dan mulut?

Dampak Tidak Mengganti Sikat Gigi Secara Rutin

Apabila sikat gigi sudah terlalu lama digunakan dan tidak kunjung diganti, sudah pasti akan mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan gigi dan mulut. Berikut beberapa dampak yang bisa saja terjadi jika kita tidak melakukan penggantian sikat gigi.

  1. Rentan terkontaminasi bakteri di kamar mandi

Bisa dibilang, sikat gigi menjadi layer pertahanan pertama dalam melawan bakteri gigi dan mulut. Akan tetapi, sadarkah Anda jika sikat gigi yang ada di kamar mandi justru bisa menjadi sarang bakteri, meskipun dari cipratan air sekalipun.

Sayangnya, menyimpan sikat gigi dengan kemasan atau tutup sikat gigi bukanlah menjadi suatu solusi terbaik, namun malah akan memperpanjang masalah. Hal ini karena kondisi sikat gigi yang lembab sehingga akan mendorong tumbuhnya jamur. Jika tidak dibersihkan, sikat gigi akan menjadi gerbang masalah kesehatan gigi dan mulut.

  1. Tidak lagi membersihkan gigi secara akurat

Mengganti sikat gigi setidaknya tiga bulan sekali merupakan hal yang penting. Apabila sikat gigi terlalu lama dipakai, tentunya malah akan menimbulkan dampak buruk karena sikat gigi yang sudah rusak dan mekar akan membuat pembersihan gigi menjadi tidak maksimal.

Sikat gigi yang seharusnya bisa membersihkan sela-sela gigi dan membuang berbagai kotoran yang di dalamnya malah justru bisa mengenai bagian lain dan kotoran tidak akan terangkat sempurna. Belum lagi jika terdapat kotoran yang tidak bersih di sela-sela bulu sikat gigi, tentu saja hal ini akan membuat kotoran semakin menumpuk.

  1. Akan menimbulkan masalah gigi sensitif

Sikat gigi yang sudah rusak tentu akan lebih mudah mengenai bagian gusi dan mendorongnya hingga membuat gusi menjadi turun. Akibatnya, permukaan gigi menjadi terbuka, bahkan kemudian menimbulkan rasa ngilu pada saat mengonsumsi makanan tertentu.

Lama-kelamaan, gusi yang terbuka akan menimbulkan masalah gigi sensitif karena makanan dan minuman yang dingin, asam, atau manis sekalipun. Tidak jarang masalah gigi juga akan semakin parah karena sikat gigi yang rusak tersebut tidak segera diganti dengan ukuran yang tepat.

  1. Mengakibatkan penumpukan plak

Beberapa penelitian menunjukkan jika sikat gigi yang usang dengan bulu tumpul dan terentang kurang efektif dalam menghilangkan plak pada gigi. Itu tandanya, sikat gigi yang tidak diganti secara berkala tidak dapat menghilangkan plak secara bersih, terutama di bagian bawah garis gusi yang memiliki banyak endapan plak.

Plak yang menumpuk akan membuat komplikasi kesehatan mulut, terlebih sikat gigi yang sudah digunakan selama 3 bulan akan terkontaminasi bakteri berat. Kumpulan bakteri ini akan membuat penyakit mulut di mana gusi meradang dan gigi berlubang karena timbunan plak.

  1. Memunculkan radang gusi yang berbahaya

Sikat gigi yang malas diganti tentunya akan cenderung sia-sia, karena sikat gigi usang tersebut malah akan menyebabkan radang gusi. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit yang menjalar sampai ke kepala, bau mulut, hingga pendarahan gusi. Anda tentu harus waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Apabila terus menggunakan sikat gigi lama yang tidak diganti berkala, maka bakteri akan menginfeksi gigi, gusi, dan mulut Anda. Meskipun tubuh secara alami akan membentuk pertahanan terhadap infeksi tersebut, namun ada baiknya jika Anda tidak lupa mengganti sikat gigi supaya tidak terjadi hal-hal yang lebih serius.

Bagaimana Memilih Sikat Gigi yang Tepat?

Merawat sikat gigi yang tepat tentu saja bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut secara lebih optimal. Selain melakukan penggantian sikat gigi secara berkala, tentunya Anda juga perlu memilih sikat gigi yang tepat, terlebih saat ini sudah banyak model dan jenis sikat gigi yang beredar di pasaran. Berikut beberapa tips memilih sikat gigi yang tepat.

  1. Bulu yang lembut

Salah satu cara memilih sikat gigi yang tepat yakni dengan mengecek apakah bulu sikat gigi tersebut lembut atau keras. Bulu yang lembut memang lebih direkomendasikan karena bulu lembut akan dapat membersihkan gigi tanpa merusak gusi maupun enamel gigi Anda.

  1. Sesuaikan dengan kebutuhan dan usia

Pemilihan sikat gigi juga sangat penting menyesuaikan dengan usia. Jangan menggunakan sikat gigi orang dewasa untuk anak-anak karena dapat melukai bagian dalam mulut. Begitu pula dengan penderita gigi sensitif ada baiknya memilih sikat gigi yang khusus supaya tidak menimbulkan rasa ngilu pada gigi.

  1. Sikat gigi dengan ujung bulat

Suatu studi pada tahun 2016 menunjukkan jika sikat gigi dengan ujung yang bulat dianggap jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sikat gigi yang berujung runcing. Hal ini tentu saja karena ujung sikat yang runcing malah rentan mengenai gusi dan gigi sehingga menyebabkan ngilu hingga masalah kesehatan mulut lainnya.

Selain melakukan pemilihan sikat gigi yang tepat, menyimpan sikat gigi juga perlu diperhatikan. Ada baiknya Anda tidak menyimpan sikat gigi menggunakan tutup sikat yang dapat membuatnya lembab dan rentan terkontaminasi bakteri.

Simpan sikat gigi di tempat terbuka, namun hindari tempat seperti dekat toilet. Hal ini karena bisa saja bakteri pada toilet akan masuk ke dalam sela-sela sikat gigi dan menimbulkan infeksi bakteri yang dapat menimbulkan masalah pada gigi.