7 Manfaat Hubungan Intim Untuk Kesehatan Pria

Salah satu pertanyaan yang sering muncul di benak seorang pria adalah apakah hubungan intim itu memiliki manfaat bagi kesehatan seorang pria? Apakah hubungan intim hanyalah untuk semata memuaskan hasrat dan kesenangan semata?

Nah, pada artikel kali ini kita akan mendiskusikan tentang manfaat dari berhubungan intim untuk kesehatan seorang pria dan bagi yang sedang mencari obat untuk meningkatkan stamina dan vitalitas pria bisa cek di T-Kio Shop.

Apa Saja Manfaat Dari Berhubungan Intim?

Selain sebagai pemuas hasrat biologi dan memberikan kenikmatan saat berhubungan intim, hubungan intim itu sendiri memiliki manfaat kesehatan yang cukup signifikan untuk keduanya, baik untuk pria dan wanita. Selain untuk menjaga keharmonisan pasangan, hubungan intim akan sangat penting untuk menjaga kesehatan, serta memberikan efek psikologis yang positif untuk kedua pihak.

Karena itulah pastikan untuk tahu lebih banyak tentang hubungan harmonis di ranjang, serta bagaimana untuk mendapatkan hubungan intim yang memuaskan. Sebelum masuk ke pembahasan seputar manfaat dari berhubungan intim, klik di sini pada link yang telah disediakan untuk segera pergi ke website T-Kio Shop dan dapatkan testimoni dan juga produk-produk obat kuat.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Salah satu manfaat dari aktivitas seksual yang teratur adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh pria. Saat berhubungan intim, tubuh pria akan melepaskan hormon-hormon yang merangsang sistem reproduksi untuk bekerja. Pada saat yang bersamaan, hormon tersebut juga akan merangsang untuk produksi antibodi serta sel darah putih.

Antibodi serta sel darah penting sangat penting untuk melawan infeksi dan juga penyakit. Alhasil, pria yang memiliki aktivitas hubungan intim yang rutin akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, lebih mampu melawan penyakit, serta tahan infeksi.

Namun perlu diingat, peningkatan kekebalan tubuh juga tidak bisa dinilai hanya dari aktivitas hubungan intim saja, tetapi ada berbagai faktor mulai dari genetik, usia, kebiasaan olahraga, dan makanan.

Lihat juga : Pentingnya Mengecek Kandungan Gizi Pada Produk Makanan

Meningkatkan kualitas tidur

Setelah momen klimaks saat hubungan intim, maka pria dan wanita akan mendapatkan kepuasan dan setelah itu tubuh mereka akan berada pada posisi rileks. Hal ini dikarenakan tubuh selama, dan sesaat setelah klimaks akan melepaskan hormon relaksasi seperti endorfin dan oksitoksin. Hormon ini akan menenangkan pikiran, merelakskan otot, serta meredakan stres.

Hormon tersebut akan memicu perasaan nyaman, serta bahagia, dimana perasaan setelah melakukan hubungan intim tersebut juga akan meningkatkan kualitas tidur setelahnya. Sehingga, tidur setelah berhubungan intim disinyalir akan sangat positif serta meningkatkan kualitas tidur bagi pria dan wanita.

Membakar kalori berlebih

Berhubungan intim juga bisa menjadi salah satu bentuk olahraga yang menyenangkan. Tentu berhubungan intim akan melakukan banyak gerakan berulang dan akan membakar beberapa kalori berlebih. Meskipun pembakaran kalori tersebut tidaklah seintensif saat melakukan olahraga aerobik, namun tetap juga dapat membakar beberapa kalori berlebih.

Selain itu hubungan intim juga bisa menjadi alternatif olahraga yang menyenangkan untuk pasangan dan dapat membakar kalori dengan proses yang alami. Dengan menggerakkan tubuh saat hubungan intim, meningkatkan denyut jantung, serta membakar kalori secara efektif, aktivitas hubungan intim yang rutin bisa menjadi pendukung olahraga rutin.

Meskipun begitu tetap saja hubungan intim tidak bisa mengganti sepenuhnya untuk manfaat olahraga secara rutin.

Meningkatkan kesehatan jantung

Aktivitas hubungan intim yang aktif juga akan memberikan manfaat berupa peningkatan kesehatan jantung yang signifikan. Selama berhubungan intim, terdapat peningkatan aktivitas denyut jantung serta peningkatan tekanan darah. Hal ini mirip saat kita berlari atau melakukan aktivitas fisik ringan sehingga akan memicu untuk aktivitas jantung.

Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah dari jantung ke seluruh tubuh. Dengan rutinitas hubungan intim yang sehat akan menurunkan untuk berbagai risiko penyakit jantung dan sirkulasi darah, seperti penyakit jantung koroner serta hipertensi yang dapat dikurangi risikonya.

Namun perlu diingat, jika Anda memiliki kecenderungan untuk penyakit jantung atau hipertensi, alangkah baiknya untuk tidak terlalu intens saat berhubungan intim. Tidak terlalu intens di sini artinya untuk jangan memaksakan terlalu cepat dan lelah saat berhubungan intim.

Menurunkan risiko kanker prostat

Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang seorang pria. Belum ada penyebab pasti bagaimana kanker prostat tersebut terjadi, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa saat pria klimaks secara teratur per bulannya atau berhubungan intim dengan teratur maka akan dapat mengurangi risiko kanker prostat.

Aktivitas hubungan intim yang sehat akan dapat memicu pembersihan kelenjar prostat serta mencegah untuk bahan kimia yang berbahaya masuk ke dalam kelenjar prostat. Selain itu dengan hubungan intim yang teratur juga akan meningkatkan antibodi yang akan meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan kanker dan penyakit lainnya.

Meningkatkan kualitas sperma

Bagi pria yang ingin memiliki keturunan, penting untuk melakukan hubungan intim secara teratur. Tidak hanya untuk mencoba mendapatkan keturunan, tetapi dengan aktivitas hubungan seksual yang teratur juga akan dapat membantu meningkatkan kualitas sperma. Aktivitas seksual yang konsisten juga akan membantu membuang sperma mati dan inaktif.

Hal ini akan membuat pasokan sperma yang dimiliki pria akan tetap segar dan aktif serta dengan klimaks yang teratur akan membantu untuk meningkatkan mobilitas dari sperma, jumlah sperma serta kualitas morfologinya.

Efek psikologis yang positif

Sebuah hubungan intim yang memuaskan serta harmonis akan memberikan efek puas dan pada akhirnya akan memberikan efek psikologis yang positif. Tidak hanya kesenangan atau kenikmatan saja tetapi rasa empati serta rasa memiliki juga akan meningkat setelah berhubungan intim. Hal ini akan sangat baik untuk kesehatan mental.

Kesehatan mental juga amat penting dan tidak kalah pentingnya dari kesehatan badan. Dengan hubungan intim yang rutin serta praktiknya yang sehat disinyalir akan meningkatkan kesehatan mental. Bahkan akan meningkatkan kualitas karakter baik, seperti meningkatkan rasa percaya diri, serta self-awareness.

Pada intinya, dengan aktivitas hubungan seksual yang teratur, juga akan meningkatkan kesejahteraan emosional seorang pria, mengurangi stres, serta meningkatkan rasa percaya diri.

Perlu diingat, meskipun dianjurkan untuk terbuka dengan eksplorasi, serta keterbukaan antar pasangan tetaplah diperlukan untuk penetapan batas. Pastikan untuk praktik hubungan intim tetaplah sehat dan tidak sakit. Selain itu, praktikan hubungan intim yang sehat dan bersih, menjaga kebersihan organ intim, serta dengan tambahan suplemen kesehatan juga akan sangat dianjurkan.

Saling mengeksplorasi satu sama lain, dan keterbukaan dengan hubungan intim sangatlah penting untuk pasangan. Hal ini dikarenakan dengan keterbukaan akan hal dan kebutuhan biologis masing-masing bisa memberikan dampak psikologis yang baik serta dapat meningkatkan keharmonisan pasangan.

Itulah dia berbagai manfaat berhubungan intim bagi kesehatan pria dan wanita, serta keharmonisan pasangan. Nah, untuk para pria yang ingin membahagiakan istrinya di atas ranjang, langsung saja cek T-Kio Shop sekarang juga.

Read More

5 Bahaya Terlalu Sering Duduk Terlalu Lama

Karena kemajuan teknologi, ruang gerak bisa semakin terbatas. Ada banyak orang harus bekerja di depan PC mereka lalu duduk hingga berjam-jam. Apa lagi waktu menuju kantor harus lama-lama duduk juga di kendaraan. Artikel Digstraksi kali ini akan membahas seputar bahayanya duduk lama-lama.

Gangguan Kesehatan Yang Bisa Muncul Karena Keseringan Duduk

Pekerjaan jika sering diselesaikan dengan duduk, akan lebih parah kalau ditambah dengan pola hidup yang salah. Dari malas bergerak saja sudah bisa menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan.

Agar kamu lebih berhati-hati, simak beberapa kemungkinan gangguan kesehatan yang bisa terjadi karena sering duduk terlalu lama.

1.      Risiko obesitas meningkat

Kalau terlalu sering duduk, salah satu bahayanya yaitu bisa meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Kebiasaan ini bisa membuat kita konsumsi lebih banyak makanan, secara tak sadar bisa saja berat naik drastis. Apa lagi kalau kebiasaan tersebut tidak diimbangi olahraga teratur.

Maka hasilnya lemak menumpuk di dalam tubuh, menyebabkan kegemukan dan mendatangkan potensi penyakit lain.

2.      Otot melemah

Saat duduk lama-lama, maka otot banyak yang tidak digunakan. Hal ini akan lebih parah kalau waktu dihabiskan terlalu banyak dengan duduk dibandingkan aktivitas lain. Misalnya berdiri, jalan, atau pun aktivitas fisik lainnya.

Saat kamu berdiri misal, maka otot perut menegang, otot pun pada akhirnya akan bekerja. Tapi ketika duduk, maka otot tersebut tidak digunakan. Otot ini pun bisa melemah lama-kelamaan.

3.      Kekuatan otak melemah

Bukan hanya otot saja yang bisa melemah, kekuatan otak juga bisa saja melemah. Pada saat kamu duduk, memang bisa bekerja seperti biasanya dan pasti akan memakai otak dalam berpikir. Tapi kamu perlu tahu kalau duduk kalau terlalu lama, maka bisa saja melemahkan otak.

Kalau kamu bergerak, maka pada dasarnya jantung memompa darah yang memiliki banyak oksigen menuju otak. Pada akhirnya hal tersebut mampu memicu pelepasan kimia di otak. Pada akhirnya bisa melatih otak agar berfungsi lebih optimal.

Kalau kamu duduk lama-lama, kemampuan atau fungsi otak bisa lebih lambat. Oksigen dan aliran darah yang menuju otak lebih lambat kalau sering duduk sehingga mengakibatkan hal tersebut.

4.      Leher menjadi sakit

Duduk dalam jangka waktu lama merupakan kebisaan yang segera harus dihilangkan. Kebiasaan tersebut bisa menyebabkan leher kamu sakit. Kalau duduk lama-lama, terutama kalau posisinya tidak nyaman, maka tulang leher bisa menjadi tegang.

Duduk jika terlalu lama, pada akhirnya bisa menambah tekanan pada tulang belakang. Sehingga pada akhirnya kebiasaan ini bisa menyebabkan masalah seperti sakit atau nyeri leher.

Simak terus informasi Digstraksi di bawah ini seputar gangguan kesehatan lainnya karena terlalu lama duduk dan cara mencegahnya.

Nyeri punggung

Bukan hanya leher saja yang bisa sakit karena kebiasaan sering duduk, nyeri punggung juga bisa saja terjadi. Gangguan kesehatan ini disebabkan karena postur tubuh yang bermasalah. Pada umumnya nyeri di punggung terjadi dikarenakan postur yang dibuat buruk, misalnya seperti duduk terlalu lama.

Saat duduk lama, tubuh akan dalam keadaan statis atau sering diam. Ketika mengalami nyeri pada punggung, kontraksi otot terjadi secara berkelanjutan. Pada akhirnya pembuluh darah bisa menyempit.

Aliran darah menjadi terhambat, beberapa penyakit bisa saja timbul. Salah satunya seperti jaringan yang kekurangan nutrisi dan oksigen atau iskemia .

Risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi

Tubuh memiliki lipoprotein lipase, peran enzim ini untuk pengeluaran lemak yang terdapat pada darah. Setelah lemak terurai, lalu kemudian digunakan menjadi energi yang bisa menunjang aktivitas sehari-hari. Tetap ketika duduk lama-lama, maka lemak tersebut tidak diubah menjadi energi.

Nantinya lemak tersimpan di darah, lama-kelamaan bisa menumpuk pada akhirnya. Hal tersebut berdampak pada aliran darah yang menjadi terhambat. Lalu akhirnya bisa meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung.

Cara Mencegah Dampak Kesehatan Karena Duduk Lama-Lama

Solusi mengatasi gangguan kesehatan yang disebutkan di atas bisa dengan kurangi waktu duduk sehari-hari. Bisa juga lebih banyak bergerak seperti memakai tangga daripada memakai lift. Setelah lama duduk, coba berdiri dan regangkan badan.

Kalau sudah waktu istirahat, coba berjalan-jalan santai keliling tempat kerja. Sempatkan waktu untuk pergi menemui teman kerja untuk mengobrol. Demikian saja artikel Digstraksi di atas, semoga bisa bermanfaat.

Read More

Pentingnya Mengecek Kandungan Gizi Pada Produk Makanan

Ketika Anda membeli makanan ringan atau minuman apa yang kira-kira perlu untuk Anda perhatikan sebelum dan setelah membelinya? Apakah Anda pernah memperhatikan apa yang Anda beli ataukah yang Anda lakukan hanya asal ambil saja?

Komponen Apa Saja yang Penting Diperhatikan Saat Memilih Dan Membeli Produk Kemasan?

Hal penting yang harus dilakukan saat membeli makanan dan minuman yang memiliki kemasan seharusnya adalah memperhatikan beberapa aspek yang tertulis di sana contohnya tanggal kadaluwarsanya. Ya, meskipun semua toko tidak akan ada yang memperjual belikan makanan dan minuman yang kadaluwarsa namun hal ini penting juga dilakukan loh.

Tujuannya agar Anda bisa mengetahui sampai kapan makanan dan minuman ini layak beredar atau layak untuk dikonsumsi. Kemudian aspek lainnya seperti merk dan logo halal juga penting diperhatikan namun apakah hanya itu saja yang Anda perhatikan?

Nah, terkadang masih ada satu aspek lagi yang sering dilewatkan oleh para konsumen loh. Apa itu? Jawabannya adalah informasi pada nilai gizi atau fakta nutrisi yang terkandung pada produk kemasan.

Manfaat Memperhatikan Nilai Gizi Pada Makanan Kemasan

Tahukah Anda ternyata membaca label nilai gizi ini termasuk ke dalam 10 pesan gizi seimbang loh. Jadi ketika Anda sudah mengetahui informasi ini pastikan ketika membeli produk makanan kemasan selanjutnya Anda bisa melihat apa saja informasi gizi yang tertulis di sana.

  • Mengetahui kandungan gizi pada produk

Manfaat pertama jika Anda membaca atau memperhatikan informasi nilai gizi adalah Anda jadi mengetahui kandungan gizi apa saja yang ada pada produk.

Misalnya biasanya akan tertulis kandungan karbohidrat, protein, lemak, natrium, vitamin hingga berapa kandungan gula yang ada pada produk. Hal ini tentunya sangat penting sekali untuk diketahui.

  • Bahan pertimbangan untuk memilih produk

Manfaat selanjutnya yaitu bisa sebagai bahan pertimbangan Anda dalam memilih produk. Contohnya ketika Anda akan membeli susu A memiliki kandungan lemak atau protein yang lebih tinggi dibanding B. Nah, dari informasi ini Anda jadi memperhatikan, jika Anda sedang diet maka dari dua produk tersebut Anda bisa memilih susu yang memiliki kandungan lemak yang rendah.

Kemudian contoh lainnya misalnya dari informasi tersebut tertulis kandungan apa saja yang ada di sana ketika terdapat konsumen yang menghindari zat tertentu seperti alergi maka konsumen bisa menghindari produk tersebut dan memilih produk lainnya yang sesuai dengan nilai gizi yang diperlukan.

  • Memudahkan orang tertentu memilih produk yang aman untuk dikonsumsi

Selanjutnya manfaat ini hampir mirip dengan yang kedua. Jadi informasi nilai gizi ini bisa memudahkan orang dalam memilih produk mana yang aman untuk dikonsumsi. Contohnya bagi para penderita diabetes, hipertensi atau serangan jantung misalnya.

Biasanya para konsumen yang menderita penyakit tersebut harus membatasi konsumsinya terhadap zat tertentu seperti gula, garam ataupun lemak. Berdasarkan informasi nilai gizi ini, konsumen jadi mudah menentukan produk mana yang aman untuk dikonsumsi.

Jika Anda belum pernah melihat informasi gizi yang tercantum pada sebuah produk. Berikut ini merupakan komponen-komponen yang biasanya ada pada informasi nilai gizi.

  • Jumlah sajian per kemasan

Informasi ini menampilkan jumlah porsi maupun takaran saji setiap satu kemasan. Misalnya pada informasi tersebut tertulis takaran saji berjumlah 70 ml dengan jumlah sajian setiap kemasannya 2. Jadi berdasarkan informasi tersebut artinya pada setiap kemasan bisa Anda konsumsi sebanyak dua kali.

Nah, dalam dua kali tersebut setiap konsumsinya berjumlah 70 ml sesuai dengan takaran sajinya.

  • Kalori total setiap sajian

Selanjutnya informasi ini menunjukkan jumlah energi atau kalori yang akan Anda dapatkan ketika mengonsumsi 1 sajian makanan. Misalnya pada informasi nilai gizi tertulis energi total 400 kkal dan energi lemak 120 kkal artinya jumlah energi ini akan didapatkan ketika mengonsumsi 1 sajian.

Nah, jika dalam kemasan tersebut 2 sajian atau Anda memang mengonsumsi produk tersebut dalam 2 sajian maka energi yang akan didapatkan yaitu sebesar 800 kkal dan juga 240 kkal.

  • Angka Kecukupan Gizi (AKG)

Komponen ini merupakan informasi dari jumlah nutrisi rata-rata yang bisa terpenuhi dari makanan pada kebutuhan sehari-hari. AKG ini biasanya ditampilkan dalam bentuk persentase. Misalnya pada produk tersebut tertulis AKGnya 15% artinya kebutuhan nutrisi jika Anda mengonsumsinya sudah terpenuhi sebanyak 15% sesuai dengan takaran saji dari produk tersebut.

  • Jumlah nutrisi yang harus dibatasi

Seperti yang disebutkan tadi informasi nilai gizi ini penting sekali diperhatikan bagi orang yang menderita penyakit tertentu karena harus menghindari zat yang terkandung pada makanan tersebut. Jadi biasanya akan dicantumkan zat gizi tambahan jika terdapat pada produk makanan tersebut misalnya informasi lemak jenuh, lemak trans, gua, garam, kolesterol dan lainnya.

Nah, hal ini akan memberikan resiko jika dikonsumsi secara berlebih oleh penderita diabetes, obesitas, jantung atau stroke.

  • Jumlah nutrisi yang harus dikonsumsi

Ketika Anda mengonsumsi makanan tentunya Anda ingin memperoleh gizi dan nutrisi yang seimbang. Oleh karena itu ketika Anda ingin memperoleh gizi yang seimbang, Anda bisa memilih produk yang mengandung vitamin, protein, mineral dan juga serat. Kemudian Ada juga bisa memilih produk yang memiliki nilai AKG lebih dari 20% yang memiliki gizi yang cukup.

Itulah beberapa informasi terkait nila gizi yang sudah dibahas pada artikel Mpotimes.com. Jadi kini Anda harus bisa lebih rajin dan giat lagi dalam membaca informasi nilai gizi.

Read More

Manfaat dan Cara Mengolah Daun Meniran

Siapa nih yang tidak mengenal daun meniran? Ya, pada dasarnya daun ini merupakan tanaman liar dengan bentuk mirip seperti puteri malu. Tanaman ini juga relatif mudah ditemukan di sekitar kita, termasuk di pinggir-pinggir jalan.

Meski tanaman ini mudah ditemukan, nyatanya daun meniran mempunyai banyak manfaat sehingga sering dijadikan obat herbal untuk mengatasi berbagai penyakit. Hal ini karena tanaman dengan nama latin Phyllanthus niruri tersebut mengandung beragam senyawa dan zat penting bagi tubuh kita.

Inilah Manfaat Daun Meniran

Ternyata ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari tanaman ini, baik bagi pria maupun wanita. Manfaatnya pun sudah banyak diuji dalam berbagai penelitian. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Daun meniran memiliki zat imunomodulator yang dapat mengaktifkan pertahanan tubuh sehingga respons imun menjadi lebih maksimal. Zat ini juga dapat menyeimbangkan sistem imun yang sebelumnya terganggu karena infeksi.

Untuk memaksimalkan manfaatnya, sebaiknya konsumsi daun meniran sekitar 900-2.700 mg per hari. Meskipun rasanya agak asam dan cenderung pahit, namun daun ini sangat berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.

  1. Mengatasi batu ginjal

Daun meniran juga sudah dikenal lama sebagai salah satu obat herbal yang dapat digunakan dalam pengobatan alternatif batu ginjal. Menurut sebuah studi, meniran dapat membantu meningkatkan keluarnya magnesium dan kalium melalui urine.

Peningkatan ini dapat meningkatkan sitrat urine yang menjadi penghambat pembentukan batu kalsium. Anda juga dapat memanfaatkan ekstrak meniran yang mengandung ion K yang dapat mengendurkan ureter sehingga dapat membantu melarutkan batu empedu.

  1. Mencegah Hepatitis B

Manfaat daun meniran yang selanjutnya juga banyak diyakini dapat mencegah terjadinya pembengkakan atau peradangan hati akibat virus Hepatitis B (HBV). Hal ini karena adanya kandungan flavonoid sebagai antioksidan sehingga efektif mencegah radikal bebas dan melindungi jaringan dari kerusakan.

Bahkan menurut sebuah penelitian, kandungan yang ada di dalam daun meniran ini dapat membantu mengobati infeksi penyakit lain seperti HIV. Hanya saja, tentu masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanan dari daun meniran ini.

  1. Mengatasi berbagai penyakit kulit

Daun meniran dipercaya juga ampuh untuk mengatasi kulit yang sensitif dan menimbulkan rasa gatal yang tidak nyaman. Apalagi, rasa gatal ini dapat menyebar ke berbagai area tubuh lain jika tidak ditangani dengan cepat. Oleh karena itu, diperlukan penanganan seperti daun meniran yang dapat mengobati rasa gatal akibat berbagai hal.

Kandungan phyllanthin dan hypophyllannthin yang ada dalam ekstrak daun meniran dapat menjadi antibiotik alami yang dapat menekan pertumbuhan jamur dan berbagai bakteri. Tentu sangat ampuh untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit kulit termasuk gatal, ruam, hingga kelainan kulit lainnya.

  1. Menyembuhkan asam urat

Manfaat lain yang bisa didapatkan dari daun meniran ini yakni mampu menyeimbangkan kadar asam urat dalam tubuh sehingga tidak menumpuk dalam darah. Dengan demikian, daun meniran ini dapat membantu mencegah serangan asam urat yang sangat mengganggu.

Sebuah penelitian juga mengungkapkan jika ekstrak daun meniran juga mampu meredakan gejala asam urat seperti nyeri pada sendi. Tentu saja hal ini menjadi kabar baik buat Anda yang selama ini mengalami gejala asam urat.

Efek Samping Daun Meniran

Di balik berbagai manfaat yang dimilikinya, ternyata daun meniran juga menyimpan berbagai efek samping yang perlu diketahui. Terlebih, masih minim penelitian yang menunjukkan efektivitas tanaman liar yang satu ini. Adapun beberapa potensi efek samping yang perlu diwaspadai yakni:

  • Diare
  • Sakit perut
  • Alergi
  • Penurunan gula darah yang terlalu cepat
  • Sulit bernapas

Akan tetapi, efek samping di atas biasanya terjadi karena adanya interaksi obat yang bersamaan atau karena dikonsumsi dengan cara yang tidak tepat. Jika dikonsumsi terlalu berlebihan, hal ini bisa memicu terjadinya efek samping, apalagi meniran termasuk tumbuhan liar.

Bagi Anda yang sedang mengandung dan menyusui, ada baiknya hindari dulu mengonsumsi daun meniran ini. Jika dikonsumsi terlalu berlebih, maka akan menimbulkan efek yang cukup besar, mulai dari mempersulit kehamilan, risiko cacat lahir, bahkan penurunan berat badan pada janin.

Untuk itu, penting berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter supaya tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Anda juga tidak boleh asal memilih produk ekstrak meniran dan pastikan sudah ada dalam pengawasan BPOM.

Langkah-langkah Mengolah Daun Meniran

Untuk mendapatkan khasiat yang maksimal, tentunya daun meniran harus diolah dengan cara yang tepat. Anda dapat meracik meniran menjadi ramuan untuk diminum ataupun menggunakan suplemen ekstrak daun meniran. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.

  • Sediakan 50 gram daun meniran dan bersihkan dari kotoran yang menempel
  • Selanjutnya rebuslah dengan 3 gelas air, tunggu sampai airnya menyusut
  • Biarkan dulu sampai menjadi dingin lalu saring
  • Minum air rebusan tersebut sebanyak setengah gelas 3 kali sehari

Saat ini, juga sudah tersedia berbagai suplemen atau obat herbal yang diklaim mengandung daun meniran. Jika lebih memilih cara sederhana ini, pastikan Anda mengikuti petunjuk pemakaian pada kemasan termasuk meminumnya sesuai takaran.

Anda juga dapat menanyakan kepada dokter terkait jika ingin mengonsumsi obat-obatan lain selain meniran tersebut. Sesuaikan dengan dosis yang dianjurkan untuk menghindari efek samping yang berbahaya.

Nah, demikian penjelasan mengenai manfaat, efek samping, hingga pengolahan dari daun meniran. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda terhadap berbagai tanaman herbal di sekitar kita!

Read More

Mewaspadai Penyebab Benjolan di Belakang Telinga

Tahukah Anda, benjolan di belakang telinga dapat disebabkan oleh berbagai hal. Meski demikian, penyebabnya tidak selalu berbahaya, namun juga tetap perlu diwaspadai jika adanya berbagai keluhan lain yang menandakan masalah pada telinga, tenggorokan, bahkan hidung.

Tentunya, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan terutama jika Anda mengalami berbagai kondisi tersebut. Anda juga perlu memeriksakan ke dokter jika terjadi benjolan yang muncul di belakang telinga namun disertai dengan beragam keluhan lain seperti nyeri telinga, berdenging, dan sebagainya.

Penyebab Benjolan pada Belakang Telinga

Ternyata, benjolan yang ada di belakang telinga bisa muncul karena berbagai penyebab, salah satunya infeksi bakteri atau virus. Adapun contoh infeksi yang sering memunculkan benjolan di antaranya radang tenggorokan, cacar, bahkan HIV/AIDS. Selain itu, ada juga beberapa penyakit lain yang bisa menyebabkan benjolan, seperti:

  1. Otitis media dan interna

Merupakan infeksi pada telinga bagian tengah, lebih tepatnya di rongga belakang gendang telinga. Infeksi ini biasanya akan menyebabkan penumpukan cairan di telinga yang kemudian akan menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan di belakang telinga.

Gejala ini tidak jarang kambuh dan apabila tidak diobati dengan tepat bisa menimbulkan komplikasi seperti infeksi telinga bagian dalam (otitis interna), kehilangan pendengaran, kolesteatoma, bahkan meningitis. Tentu saja hal-hal ini wajib diwaspadai karena akan mengganggu kesehatan.

Maka dari itu, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter THT apabila mengalami gejala otitis media. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik dan obat tetes telinga untuk mengobati infeksi bakteri pada telinga.

  1. Abses

Merupakan benjolan yang berisi nanah dan muncul ketika tubuh kita melawan kuman penyebab infeksi. Hal ini karena ketika tubuh memerangi bakteri, sel darah putih akan menuju ke area tubuh yang terinfeksi. Bakteri dan sel darah putih yang mati nantinya akan menumpuk dalam bentuk nanah dan mengakibatkan benjolan.

Abses yang kecil nantinya dapat mengecil, mengering, dan hilang secara alami. Akan tetapi jika ukurannya jauh lebih besar, maka perlu diobati dengan antibiotik sekaligus dikeluarkan nanahnya. Apabila semakin parah, tentunya Anda harus segera ke dokter untuk perawatan lebih lanjut.

  1. Mastoiditis

Merupakan peradangan pada tulang mastoid, yakni tulang belakang telinga yang berperan pada proses pendengaran. Adapun salah satu tandanya adalah benjolan pada bagian belakang telinga. Gejala ini biasanya disertai dengan sakit kepala, bahkan keluar nanah atau cairan dari dalam telinga.

Mastoiditis acapkali disebabkan oleh otitis media yang tidak segera terobati. Akibatnya, bakteri dari rongga telinga bagian tengah akan menyebar ke tulang mastoid tersebut sehingga kemudian menyebabkan terjadinya mastoiditis.

Untuk mengobati masalah pendengaran ini, Anda dapat menggunakan antibiotik, obat tetes telinga, serta membersihkan telinga secara langsung ke dokter THT. Apabila metode di atas tidak berhasil, biasanya malah akan dilakukan operasi untuk mencegah komplikasi.

  1. Limfadenopati

Memiliki nama yang cukup unik, namun ternyata hal tersebut merupakan kondisi ketika terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di belakang telinga. Ketika kelenjar tersebut membengkak, tentunya akan nampak benjolan di sekitar area tersebut.

Pembengkakan kelenjar getah bening ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti infeksi, peradangan, bahkan kanker. Bahkan, pengobatannya juga disesuaikan pada penyebab dan gejala yang ditimbulkan.

Walaupun demikian, sering kali penyakit ini dapat pulih tanpa perlu diobati. Hanya saja, ada baiknya benjolan di belakang telinga yang disebabkan oleh kelenjar getah bening ini tetap harus diperiksakan ke dokter supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. Kista Epidermoid

Merupakan benjolan yang jinak dan jarang menimbulkan masalah kesehatan. Meski demikian, kista ini tentu akan mengganggu penampilan selain terasa nyeri atau infeksi. Adapun karakteristik dari kista ini di antaranya berukuran sebesar kelereng bahkan bola pingpong, biasanya nampak komedo hitam di puncak benjolan, serta dapat menimbulkan peradangan dan infeksi.

Kista epidermoid ini terjadi ketika sel-sel kulit mati terjebak dalam kulit karena adanya cedera kulit, infeksi HPV, jerawat, bahkan paparan sinar matahari yang berlebih. Benjolan ini juga berisiko dialami oleh orang-orang yang sudah melewati masa puber dan memiliki kulit berjerawat.

Sejatinya, kista epidermoid ini dapat berhenti tumbuh dan hilang dengan sendirinya tanpa perlu diobati secara serius. Akan tetapi, jika dirasa terlalu mengganggu penampilan, dokter biasanya akan melakukan sejumlah metode pengobatan seperti operasi kecil, suntikan obat, hingga sayatan kecil untuk mengeluarkan isinya.

  1. Lipoma

Merupakan benjolan lemak yang tumbuh secara perlahan di antara kulit dan lapisan otot. Apabila ditekan dengan lembut, lipoma ini terasa lunak dan mudah digoyangkan bahkan tidak ada rasa sakit ketika ditekan. Benjolan karena lipoma juga sering kali dialami oleh orang usia 40-60 tahun dan banyak terjadi pada pria.

Penyebab lipoma beragam, mulai dari keturunan atau karena adanya penyakit tertentu seperti sindrom Cowden, sindrom Gardner, hingga Adiposis Dolorosa yang terbilang langka. Meski demikian, biasanya lipoma tidak memerlukan perawatan khusus karena tidak ganas dan berbahaya.

Anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika dirasa terlalu mengganggu dan menimbulkan rasa sakit berlebihan. Nantinya, dokter akan melakukan beberapa tindakan seperti operasi sehingga lipoma hilang dan tidak tumbuh kembali setelah diangkat. Selain itu, ada juga beberapa tindakan seperti sedot lemak atau suntik kortikosteroid untuk mengecilkan ukuran lipoma.

Itulah beberapa penyebab dan bagaimana mengobati benjolan yang ada di belakang telinga. Segera ke dokter jika dirasa sangat mengganggu, ya!

Read More

Hati-hati! Inilah Risiko Akupuntur yang Jarang Diketahui

Mantan pemain timnas wanita Inggris, Ellen White sempat membuat publik heboh dengan pengalamannya yang sempat mengalami kebocoran paru-paru akibat tertusuk jarum akupuntur. Hal tersebut dialami oleh dirinya pada tahun 2021 yang lalu ketika cedera yang dialami karena pengobatan akupuntur menjadi salah satu yang menyebabkan dirinya pensiun dini.

Menurutnya, sepulangnya dari Olimpiade beberapa waktu lalu, paru-parunya merasa tertusuk dan kejang punggung yang tidak nyaman. Hal inilah yang kemudian membuatnya merasa ingin segera pensiun sebagai pemain bola karena alasan kesehatan.

Menilik Risiko dan Efek Akupuntur

Bicara mengenai akupuntur, tentu Anda sudah sering mendengar atau malah sering menjalankan terapi pengobatan asal Tiongkok ini. Pengobatan alternatif ini diyakini dapat merangsang saraf tubuh melalui penyisipan jarum halus ke sejumlah titik tubuh tertentu.

Selain itu, akupuntur juga dapat membantu meringankan rasa sakit dan berbagai keluhan lain. Karena kepopulerannya tersebut, tidaklah mengherankan jika akupuntur sudah menjadi salah satu pengobatan alternatif yang banyak digunakan di seluruh dunia.

Sayangnya, ada beberapa risiko dan efek samping yang bisa ditimbulkan oleh pengobatan akupuntur, terutama jika tidak dilakukan secara tepat dan profesional. Berikut beberapa efek yang dimaksud.

  1. Kelelahan

Akupuntur kerap dikaitkan dengan penambahan energi, akan tetapi ternyata ada orang yang bisa merasa kelelahan setelah menjalankan terapi ini. Bahkan, tidak jarang hal ini dapat terjadi selama beberapa hari setelah pengobatan akupuntur dilakukan.

Apabila Anda mengalaminya, tentu saja Anda harus beristirahat selama beberapa hari dan menyeimbangkan aktivitas fisik. Kombinasi akupuntur dan istirahat yang cukup sejatinya akan membuat Anda sehat kembali. Akan tetapi, jika kelelahan berlanjut terus menerus, tentu Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

  1. Ruam pada kulit

Efek lain yang juga bisa terjadi pada beberapa orang tertentu seperti ruam, kemerahan, hingga gatal-gatal dapat terjadi terutama jika ada infeksi atau dermatitis kontak akibat stimulasi jarum. Bisa juga karena adanya alergi tertentu yang menyebabkan kulit mudah memerah dan ruam.

Hal ini biasanya terjadi dalam satu-dua hari saja. Akan tetapi, jika ruam pada kulit Anda tidak segera membaik atau malah memburuk, langsung saja hubungi dokter kulit untuk mengetahui penyebab pasti dan cara mengobatinya.

  1. Munculnya rasa sakit

Hal ini tidak jarang terjadi, terutama pada bagian tubuh yang ditusuk jarum. Selain itu, rasa sakit juga dapat timbul ketika jarum diangkat, terutama pada bagian telapak tangan maupun jari-jari kaki. Rasa kurang nyaman ini biasanya hanya akan bertahan selama 24 jam saja.

Kendati demikian, dalam kasus langka ada juga yang mengalami memar di sekitar lokasi tusukan jarum. Meski begitu, ada baiknya Anda tidak mudah panik jika mengalami hal tersebut karena sejatinya tidak lebih dari sekadar ketidaknyamanan estetika saja.

  1. Kejang otot ringan

Atau yang juga sering disebut dengan kedutan otot di luar sadar selama atau bahkan setelah dilakukan terapi akupuntur. Hal ini sejatinya cukup wajar jika Anda menjalankan akupuntur, meskipun tetap harus diwaspadai jika terjadi secara akut.

Ya, apabila salah satu bagian otot yang baru saja ditusuk jarum mengalami kejang, maka Anda harus segera memberi tahu praktisi akupuntur Anda. Apabila kejang otot tersebut terjadi secara berulang-ulang, ada baiknya Anda menghubungi dokter saraf terkait.

  1. Terjadi pusing

Pusing kepala memang bisa terjadi ketika Anda selesai menjalankan terapi, terutama jika Anda buru-buru bangkit secara cepat dari meja akupuntur tersebut. Hal ini juga biasanya terjadi pada pasien akupuntur yang ingin segera pergi dari ruangan.

Padahal, ada baiknya jika Anda menunggu terlebih dahulu di ruangan praktisi tersebut selama beberapa menit. Tarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan. Jika sudah tidak terasa pusing lagi, Anda bisa segera meninggalkan ruangan terapi tersebut.

  1. Cedera pada organ tertentu

Apabila jarum dimasukkan terlalu dalam, risiko menusuk organ dalam seperti paru-paru bisa saja terjadi. Akan tetapi, hal ini tentu merupakan pengalaman langka dari seorang praktisi maupun pasien akupuntur yang memang sangat jarang terjadi.

Ada kemungkinan, hal inilah yang juga dialami oleh mantan pemain timnas wanita Inggris di atas di mana paru-parunya mengalami masalah setelah menjalankan terapi akupuntur ini. Oleh karena itu, pastikan kembali terapis yang menangani Anda adalah terapis profesional dan resmi sehingga risiko semacam itu dapat dihindari.

Tidak Semua Orang Boleh Akupuntur

Menjalankan akupuntur mungkin kerap menjadi pilihan banyak orang ketika mengalami suatu masalah kesehatan. Akan tetapi, ternyata pengobatan ini belum tentu cocok diterapkan ke semua orang karena beberapa alasan kondisi kesehatan seperti berikut yang dapat menyebabkan efek samping seperti di atas.

Selain berkaitan dengan alergi atau masalah kesehatan lain, berikut kondisi yang menyebabkan risiko efek samping akupuntur meningkat.

Kemungkinan pendarahan bisa saja terjadi jika Anda mempunyai gangguan pendarahan. Selain itu, Anda yang menggunakan obat pengencer darah bisa saja kurang cocok dengan terapi akupuntur ini.

Anda yang menggunakan alat pacu jantung juga sebaiknya menghindari terapi akupuntur ini. Sebab biasanya, akupuntur mencakup aplikasi listrik dengan daya yang rendah. Meski demikian, aliran listrik ini dapat mengganggu kinerja dari alat pacu jantung tersebut.

Jika Anda sedang hamil, tentu sebaiknya menghindari pengobatan akupuntur ini. Selain dianggap dapat menstimulasi persalinan, tentu akan menyebabkan kelahiran prematur. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter ahli sebelum memutuskan untuk melakukan terapi pengobatan akupuntur ini.

Read More

Dampak 3 Bulan Tidak Ganti Sikat Gigi

Tahukah Anda, Asosiasi Dokter Gigi Amerika Serikat (ADA) merekomendasikan penggantian sikat gigi setidaknya 3-4 bulan sekali. Lantas, apa yang akan terjadi jika kita tidak melakukan penggantian sikat gigi? Bagaimana efeknya bagi kesehatan gigi dan mulut?

Dampak Tidak Mengganti Sikat Gigi Secara Rutin

Apabila sikat gigi sudah terlalu lama digunakan dan tidak kunjung diganti, sudah pasti akan mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan gigi dan mulut. Berikut beberapa dampak yang bisa saja terjadi jika kita tidak melakukan penggantian sikat gigi.

  1. Rentan terkontaminasi bakteri di kamar mandi

Bisa dibilang, sikat gigi menjadi layer pertahanan pertama dalam melawan bakteri gigi dan mulut. Akan tetapi, sadarkah Anda jika sikat gigi yang ada di kamar mandi justru bisa menjadi sarang bakteri, meskipun dari cipratan air sekalipun.

Sayangnya, menyimpan sikat gigi dengan kemasan atau tutup sikat gigi bukanlah menjadi suatu solusi terbaik, namun malah akan memperpanjang masalah. Hal ini karena kondisi sikat gigi yang lembab sehingga akan mendorong tumbuhnya jamur. Jika tidak dibersihkan, sikat gigi akan menjadi gerbang masalah kesehatan gigi dan mulut.

  1. Tidak lagi membersihkan gigi secara akurat

Mengganti sikat gigi setidaknya tiga bulan sekali merupakan hal yang penting. Apabila sikat gigi terlalu lama dipakai, tentunya malah akan menimbulkan dampak buruk karena sikat gigi yang sudah rusak dan mekar akan membuat pembersihan gigi menjadi tidak maksimal.

Sikat gigi yang seharusnya bisa membersihkan sela-sela gigi dan membuang berbagai kotoran yang di dalamnya malah justru bisa mengenai bagian lain dan kotoran tidak akan terangkat sempurna. Belum lagi jika terdapat kotoran yang tidak bersih di sela-sela bulu sikat gigi, tentu saja hal ini akan membuat kotoran semakin menumpuk.

  1. Akan menimbulkan masalah gigi sensitif

Sikat gigi yang sudah rusak tentu akan lebih mudah mengenai bagian gusi dan mendorongnya hingga membuat gusi menjadi turun. Akibatnya, permukaan gigi menjadi terbuka, bahkan kemudian menimbulkan rasa ngilu pada saat mengonsumsi makanan tertentu.

Lama-kelamaan, gusi yang terbuka akan menimbulkan masalah gigi sensitif karena makanan dan minuman yang dingin, asam, atau manis sekalipun. Tidak jarang masalah gigi juga akan semakin parah karena sikat gigi yang rusak tersebut tidak segera diganti dengan ukuran yang tepat.

  1. Mengakibatkan penumpukan plak

Beberapa penelitian menunjukkan jika sikat gigi yang usang dengan bulu tumpul dan terentang kurang efektif dalam menghilangkan plak pada gigi. Itu tandanya, sikat gigi yang tidak diganti secara berkala tidak dapat menghilangkan plak secara bersih, terutama di bagian bawah garis gusi yang memiliki banyak endapan plak.

Plak yang menumpuk akan membuat komplikasi kesehatan mulut, terlebih sikat gigi yang sudah digunakan selama 3 bulan akan terkontaminasi bakteri berat. Kumpulan bakteri ini akan membuat penyakit mulut di mana gusi meradang dan gigi berlubang karena timbunan plak.

  1. Memunculkan radang gusi yang berbahaya

Sikat gigi yang malas diganti tentunya akan cenderung sia-sia, karena sikat gigi usang tersebut malah akan menyebabkan radang gusi. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit yang menjalar sampai ke kepala, bau mulut, hingga pendarahan gusi. Anda tentu harus waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Apabila terus menggunakan sikat gigi lama yang tidak diganti berkala, maka bakteri akan menginfeksi gigi, gusi, dan mulut Anda. Meskipun tubuh secara alami akan membentuk pertahanan terhadap infeksi tersebut, namun ada baiknya jika Anda tidak lupa mengganti sikat gigi supaya tidak terjadi hal-hal yang lebih serius.

Bagaimana Memilih Sikat Gigi yang Tepat?

Merawat sikat gigi yang tepat tentu saja bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut secara lebih optimal. Selain melakukan penggantian sikat gigi secara berkala, tentunya Anda juga perlu memilih sikat gigi yang tepat, terlebih saat ini sudah banyak model dan jenis sikat gigi yang beredar di pasaran. Berikut beberapa tips memilih sikat gigi yang tepat.

  1. Bulu yang lembut

Salah satu cara memilih sikat gigi yang tepat yakni dengan mengecek apakah bulu sikat gigi tersebut lembut atau keras. Bulu yang lembut memang lebih direkomendasikan karena bulu lembut akan dapat membersihkan gigi tanpa merusak gusi maupun enamel gigi Anda.

  1. Sesuaikan dengan kebutuhan dan usia

Pemilihan sikat gigi juga sangat penting menyesuaikan dengan usia. Jangan menggunakan sikat gigi orang dewasa untuk anak-anak karena dapat melukai bagian dalam mulut. Begitu pula dengan penderita gigi sensitif ada baiknya memilih sikat gigi yang khusus supaya tidak menimbulkan rasa ngilu pada gigi.

  1. Sikat gigi dengan ujung bulat

Suatu studi pada tahun 2016 menunjukkan jika sikat gigi dengan ujung yang bulat dianggap jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sikat gigi yang berujung runcing. Hal ini tentu saja karena ujung sikat yang runcing malah rentan mengenai gusi dan gigi sehingga menyebabkan ngilu hingga masalah kesehatan mulut lainnya.

Selain melakukan pemilihan sikat gigi yang tepat, menyimpan sikat gigi juga perlu diperhatikan. Ada baiknya Anda tidak menyimpan sikat gigi menggunakan tutup sikat yang dapat membuatnya lembab dan rentan terkontaminasi bakteri.

Simpan sikat gigi di tempat terbuka, namun hindari tempat seperti dekat toilet. Hal ini karena bisa saja bakteri pada toilet akan masuk ke dalam sela-sela sikat gigi dan menimbulkan infeksi bakteri yang dapat menimbulkan masalah pada gigi.

Read More